|
DEWAN
REDAKTUR TETAP: Roem Topatimasang, Don K.Marut. Ivan
A.Hadar, Sri
Kusyuniati, Noer Fauzi, Henri Myrtinen.
REDAKTUR
PELAKSANA: Ahmad Mustofa
Kami mengundang siapa saja yang berminat
menjadi Redaktur Tamu. Setiap edisi akan diarahkan oleh seorang
Redaktur Tamu. Hanya jika
tak ada Redaktur Tamu, salah seorang Redaktur Tetap sebagai pengarah.
|
|
JURNAL
ILMU SOSIAL TRANSFORMATIF
|
|
EDISI
TERAKHIR
|
|
No.19, Tahun VII/2005
Mei - Agustus 2005
|
KUASA KORPORASI: Dari Homogenisasi Rasa Sampai Hegemoni Pikiran
|
|
PENGANTAR
Penjajahan Pikiran dan Ruang Hidup
Hira Jhamtani
KAJIAN
Sejarah Globalisasi dan Korporasi
I. Wibowo
Kebangkitan Kekuatan Korporasi
Sarah Anderson
Rekayasa Merawat Neoliberalisme: Menggagas Kembali Peran Teknologi untuk Akumulasi Laba
Yanuar Nugroho
Kelaparan di Tengah Kelimpahan: Dominasi Korporasi atas Pangan
Hira Jhamtani
Minyak: Komoditas Penggerak Liberalisme, Kapitalisme, Imperialisme, dan Kolonialisme
S. Indro Tjahyono
Ketika Negara Dikudeta Pasar: Sebuah Renungan
Saleh Abdullah
KASUS
Privatisasi Pendidikan: Dari BHMN Hingga BHP
Darmaningtyas
REHAL (Film)
Ketika Rasa pun Dijajah
Beta Pettawaranie
|
Redaktur Tamu:
Hira Jhamtani

ISSN 1410-1298
Tebal: 185 halaman, termasuk lampiran. Ukuran:
17 x 24 cm.
|
Korporasi adalah mesin penggerak dan aktor utama globalisasi.
Berbekal teknologi, informasi, modal, dan peraturan global,
tangan-tangan ajaib korporasi mampu mendominasi hampir semua aspek
kehidupan manusia.
Dalam ranah domestik, korporasi mendominasi semua kebutuhan dasar hidup
berupa pangan, papan, sandang, energi, air bersih, pendidikan,
layanan kesehatan, serta informasi. Korporasi juga mampu mengarahkan
peraturan nasional dan global agar lebih menguntungkan kepentingannya.
Dengan kekuatan yang sangat besar itu, korporasi bahkan telah menjelma
menjadi 'dajjal' yang mampu mengendalikan dan memanipulasi pikiran
manusia sesuai kehendaknya.
Dalam edisi ini, WACANA mencoba mengulas tentang sejarah perkembangan,
kuasa, dan sepak terjang korporasi dalam menjajah ruang-hidup manusia.
Sebuah sajian yang layak dibaca semua kalangan.
|
|
TIGA
EDISI SEBELUMNYA
|
|
No.18, Tahun VI/2004
September
- Desember 2004
|
DEMOKRASI atau KENAPA DEMOKRASI ITU BURUK?
|
|
PENGANTAR
Demi Demokrasi, Gusur Politik Busuk, ataukah Ada yang Salah dengan
Demokrasi?
Ivan A.Hadar
KAJIAN
GNTPPB: Demokrasi & Masyarakat Sipil
Indra J.Piliang
Kenapa Demokrasi itu Buruk?
Paul Treanor
Tentang Krisis Demokrasi Perwakilan di Uni Eropa dan Strategi
Alternatif Partisipasi
Henri
Myrtinen
Oposisi Sosial dalam Empat Tinjauan
M.Fadjroel
Rahman
KASUS
Refleksi atas Pengalaman Gerakan Sosial dan 'Politik
Konstituen' Yayasan Nen Masil
Saleh
Abdullah
Sistem Pemilu DPR/DPRD 2004
Pipit R.Kartawidjaya
REHAL (buku)
Indonesia dalam Kerumitan Transisi Demokrasi
M.Mustafied
|
Redaktur Tamu:
Ivan A.Hadar

ISSN 1410-1298
Tebal: 228 halaman, termasuk lampiran. Ukuran:
17 x 24 cm.
|
Demokrasi telah
memberi sumbangsih besar dalam proses pemerdekaan manusia untuk berbeda
pendapat, menyatakan kepentingan, membentuk kelompok, menyalurkan
hasrat kekuasaan dengan tujuan mencegah terjadinya penguasaan mutlak
satu kelompok atas kelompok lain. Demokrasi juga telah berhasil
menggusur kekejaman dan penindasan rezim otoriter yang mengoyak
nilai-nilai kemanusiaan.
Tapi demokrasi juga memiliki cacat bawaan yang bisa menelikung
cita-cita mulianya dalam sekejap. Dominasi faham liberal membuat teori
demokrasi gagal menghilangkan hierarki kelembagaan yang menindas,
melahirkan pemerintah elitis, melempangkan kesenjangan dan ketimpangan
sosial, dan mengesampingkan mayoritas. Kata akhirnya adalah 'demokrasi
telah mati', karena pemerintah nasional hanya mengabdi pada
kepentingan korporasi dan kekuasaan hanya dipegang oleh segelintir
elite.
Edisi ini mencoba mengurai secara kritis tatanan politik yang diyakini
sebagai bentuk sistem terbaik dari yang terburuk, yang dimantapkan
lewat berbagai proyek demokrasi seperti pemilihan umum, good
governance, civic education,
dan lain-lain. Karenanya, edisi ini layak
untuk dibaca oleh para akademisi, aktivis pergerakan sosial, dan mereka
yang prihatin pada masalah-masalah demokratisasi.
|
|
No.17, Tahun VI/2004
Mei - Agustus 2004
|
NEGERI TENTARA
|
|
PENGANTAR
Reformasi di Titik-balik?: Membongkar Upaya-upaya Remiliterisasi di
Indonesia
George J.Aditjondro
KAJIAN
Militer dan Pemerintahan Otoriter
Ivan A.Hadar
Peran Militer dalam Sistem Politik di Indonesia sampai Jatuhnya Rezim
Soeharto
S.Indro Tjahjono
KASUS
Ganja Aceh dan Serdadu Indonesia dalam Periode Perang Aceh 1989-2003
Otto
Syamsudin Ishak
Bisnis Militer di Wilayah Konflik Maluku
Ichsan Malik
Bedil, Amis Darah, dan Mesiu: Mengurai Keterlibatan Militer dalam
Konflik Ambon
Coen Husain Pontoh
Tentang Militerisme di Indonesia: Kampanye Anti Re-militerisme di
Indonesia
Mashudi Noorsalim & Curie Maharani Savitri
Pengadilan HAM untuk Para Jenderal
Eko Prasetyo
REHAL (buku)
Suara Sumbang dan Kritis Para Patriot
Khomsatun & Prasetyo
|
Redaktur
Tamu:
George J.Aditjondro
ISSN 1410-1298
Tebal: 250 halaman, termasuk lampiran. Ukuran: 17
x 24 cm.
|
Kekejaman selalu
membawa hawa persekongkolan. Sejarah menunjukkan, di balik pembunuhan
kaum penduduk sipil, didapat gambaran akan jalur komando. Karena, sejak
Orde Baru duduk dalam kekuasaan, balutan darah dan mesiu hidup kembali
di segala lini.
Ledakan konflik yang beruntun membuat serdadu jadi organ yang tak
berhenti menyalakkan senapan. Mereka menjadi fihak pertama yang
turun-tangan. Tak hanya 'demi menyelematkan kehidupan bangsa', namun
terutama mengambil keuntungan dari suasana. Sampai hari ini, bisnis
militer di Indonesia berkembang pesat dengan hasil laba menakjubkan.
Uang, senjata, dan jalur komando menjadi ornamen kekuasaan yang kebal
terhadap hukum. Inilah negeri tentara, yang memenuhi hari-harinya
dengan bom, peluru, dan bisnis. Negeri dimana tentara yang punya kuasa,
bukan anda.
Oleh karenanya, edisi ini perlu anda baca, demi mengingatkan kita akan
taktik serdadu menguasai sosial-politik-ekonomi kita, agar kesalahan
sejarah tak terulang untuk kedua kalinya.
|
|
No.16, Tahun VI/2004
Januari
- April 2004
|
MEMBONGKAR
PROYEK-PROYEK ORNOP
|
|
PENGANTAR
Pengarahan Menuju Demokrasi: Politik Pembiayaan Tindakan Kolektif di
Indonesia
Hendro Sangkoyo
KAJIAN
Politik, Norma-norma Internasional, dan Pertumbuhan NGO-NGO Sedunia
Kim
D.Reimann
Dari Bawah ke Atas: Masyarakat Sipil
Thomas Carothers
Imperialisme dan NGO-NGO
James Petras
Pengerahan Sosial dari Utara ke Selatan: Kebun Binatang dan Eksperimen
Sosial?
Pantoro Tri Kuswardono
KASUS
Interaksi Donor-ORNOP Kalimantan Timur
Koesnadi Wirasapoetra
Bergelut Melawan Bayangan Sendiri: Pengalaman Yayasan Wisnu Membangun
Basis Logistik
IBK Yoga Atmaja
Penggalangan Dana bagi Perubahan Sosial
Loggena Ginting
REHAL (buku)
Teknik Yang Papa Mengemis pada Yang Kaya
Hary Prabowo
|
Redaktur
Tamu:
Hendro Sangkoyo

ISSN 1410-1298
Tebal: 236 halaman, termasuk lampiran. Ukuran:
17 x 24 cm.
|
Belum reda krisis
ekonomi yang menuai jutaan kaum penganggur, merebaknya
organisasi-organisasi non pemerintah (ORNOP) di Indonesia membawa
fenomena tersendiri. Berasal dari kaum berpendidikan tinggi, mereka
menjadi elite yang mewah dengan fokus kegiatan yang beragam. Disamping
basis kegiatan yang sering tidak berakar pada kebutuhan lokal, berbagai
ORNOP tampaknya menyimpan agenda masing-masing. Satu kritikan yang
terus mendera ORNOP adalah karakternya yang cenderung bergantung pada
lembaga donor. Menilik besarnya dana yang berputar di 'pasar' ORNOP dan
lembaga donor, maka patut dipertanyakan: benarkah mereka menyimpan
maksud mulia? Benarkah rakyat menjadi kalangan pertama yang
kepentingannya dibela?
Edisi ini menyajikan tulisan-tulisan yang berani mengenai motif
sebenarnya dari sejumlah donor untuk membiayai berbagai ORNOP,
dilengkapi data angka mengenai pusaran uang yang bermain di dalamnya.
Berangkat dari pemikiran bahwa naif jika kita percaya pada gagasan
demokrasi, HAM, dan pemerintahan yang bersih, tanpa mencurigai apa yang
berlangsung di sebaliknya, maka edisi ini wajib dieksplorasi kaum
aktivis yang mencurigai keberadaan ORNOP, ataupun mereka yang terlanjur
menjadi 'loyalis dan pengabdi' pada donor.
|
|
EDISI
BERIKUTNYA, No.20 Tahun VII/2005
|
akan segera terbit September 2005
|
|
kembali
ke halaman pertama
|
kembali
ke atas
|
|