weblogo



ciri1

Sebagai bagian pembaharuan organisasi, kami pun akan menampilkan beberapa ciri khas baru, antara lain, logo INSISTPress di sampul depan setiap buku: tercetak miring diagonal bagai berada di balik lipatan sampul buku tersebut. Untuk buku-buku panduan pelatihan adalah di sudut kanan atas, sementara untuk buku-buku lainnya di sudut kanan bawah.

ciri2

ORGANISASI: belajar dari pengalaman

Akhirnya, semua organisasi anggota INSIST sepakat untuk menjadikan INSISTPress sebagai suatu badan usaha berbentuk Perseroan Terbatas (PT). Suatu badan usaha memang harus dikelola secara profesional dengan sistem manajemen yang berbeda dari organisasi gerakan sosial. Secara rasional, kedua jenis organisasi tersebut (badan usaha dan organisasi pergerakan) memang harus dipisahkan secara manajemen, meskipun keduanya dapat saling berkaitan satu sama lain secara sinergis.

Di lingkungan INSIST, memang tersedia pengalaman nyata dalam hal ini. Beberapa anggota INSIST telah berbadan hukum PT --misalnya: REMDEC di Jakarta, KAWANUSA di Bali, dan MICROS di Maluku. Ternyata, organisasi-organisasi badan usaha berbentuk PT tersebut justru lebih produktif dan mampu memberikan kontribusi yang lebih wajar dan proporsional kepada anggota lain yang berbentuk organisasi pergerakan. Tentu saja, dengan beberapa prasyarat khusus, misalnya, dalam pengaturan pembatasan kepemilikan saham, kewajiban penyisihan keuntungan, dan sebagainya. Pengalaman kami menunjukkan bahwa badan usaha berbentuk PT juga bisa jauh lebih demokratis dan bertanggung-gugat (accountable).

Maka, kami pun meresmikan PT. INSISTPress, pada tanggal 24 Oktober 2004, dengan kerangka dasar struktur dan mekanimse kerja serta sistem perwakilan dan pertanggungjawaban sebagaimana perseroan terbatas pada umumnya. Badan tertinggi adalah RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS) yang dihadiri oleh semua wakil pemegang saham, yakni: Dewan Pengurus INSIST mewakili konfederasi INSIST secara keseluruhan (dengan pemilikan saham 40%); semua pimpinan organisasi anggota INSIST (dengan pemilikan saham 40% --sampai saat ini yang telah menyetorkan sahamnya adalah YSIK, MITRA AKSI, PERDIKAN, MITRA TANI, dan LPTP); beberapa perseorangan yang dianggap berjasa merintis dan mengembangkan INSISTPress selama ini (yakni Roem Topatimasang, Toto Rahardjo, Saleh Abdullah, dan almarhum Mansour Fakih yang diwakili oleh ahliwarisnya -- dengan pemilikan saham 10%); dan kolektif staf dan karyawan organisasi anggota INSIST yang berkedudukan di Jogyakarta (yang diwakili oleh Koperasi Komunitas INSIST --dengan pemilikan saham 10%).

RUPS kemudian memilih DEWAN KOMISARIS sebagai mandataris untuk melakukan pengarahan dan pengawasan pelaksanaan kebijakan dan keputusan-keputusan RUPS oleh BADAN PELAKSANA.




DEWAN KOMISARIS:
Wening (MITRATANI) selaku ketua;
Agung W.Subagya (LPTP) selaku anggota;
Nena Lamanah (Koperasi INSIST) selaku anggota.


BADAN PELAKSANA:
Bonar Saragih (Direktur); Dody Januar (Manajer Produksi); F.Ludmilla (Manajer Keuangan); Eko Susanto (Assisten Produksi); Mohamad Anwar (Assisten Pemasaran dan Distribusi); Pembri Arta Prabawa (Staf Percetakan); Ririn Nadyasari (Pengelola Toko Buku); dan Mathari (Operator Kantor).


BUKU-BUKU YANG SEGERA TERBIT

(Mei-Agustus 2005)

Pada caturwulan kedua tahun ini, INSISTPress segera menerbitkan beberapa buku lagi. Sebagian dari buku tersebut adalah buku yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya. Namun, kali ini kami tidak sekadar melakukan cetak-ulang, tetapi juga beberapa perbaikan sekaligus, sesuai dengan saran dari para pembacanya selama ini. Selain beberapa buku mengalami perbaikan isi (penambahan tulisan baru, perbaikan bahasa, dan sebagainya), kami juga melakukan perbaikan teknis-cetak maupun rancangan artistik sampul depannya. Maka, jangan kaget jika tampilan buku-buku cetak-ulang tersebut nanti berbeda dari sebelumnya.

Buku-buku yang akan terbit sebagai edisi baru cetak-ulang tersebut adalah:

Roem Topatimasang, Mansour Fakih, Toto Rahardjo (eds), Mengubah Kebijakan Publik: Panduan Pelatihan Advokasi ;
Panduan pelatihan ini adalah juga salah satu buku terlaris dalam sejarah INSISTPress, dan cetak-ulangnya kali ini adalah yang ketiga. Buku pertama di Indonesia yang secara lengkap menguraikan pengertian, konsep dasar, metodologi, dan teknik-teknik advokasi kebijakan publik ini, dilengkapi dengan contoh-contoh kasus nyata, infografika, dan gambar-gambar. Akan terbit dengan perwajahan sampul baru.

Roem Topatimasang (ed), Utang itu Utang
Pamflet kampanye anti utang luar negeri ini memuat beberapa tulisan kritis dan analisis tajam tentang masalah beban utang luar negeri negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, dilengkapi dengan infografika data, contoh-contoh kasus, foto-foto dan karikatur.

Mansour Fakih, Bebas dari Neoliberalisme;
Kumpulan tulisan salah seorang pendiri INSIST dan INSISTPress ini mengurai dengan tajam tentang faham dominan neoliberalisme saat ini serta alternatif-alternatif tandingannya berdasarkan pengalaman dan beberapa contoh yang pernah ada.

Mansour Fakih, Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi;
Ini juga merupakan kumpulan tulisan almarhum yang memperlihatkan konsistensi sikap dan pemikirannya yang sangat anti neoliberalisme. Dalam buku ini, dia lebih banyak menyorot kegagalan teori dominan sejak tahun 1970an, yakni 'teori pembangunan', dan turunannya saat ini yang dikenal dengan istilah populer sebagai 'globalisasi'. Buku ini sekaligus memperlihatkan sejarah perkembangan pemikiran penulisnya sendiri sebagai seorang aktivis gerakan sosial di Indonesia.

Allan McChesney, Memajukan dan Membela Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya;
Isu hak asasi manusia di Indonesia pernah cukup lama hanya difahami sebagai hak-hak sipil dan politik saja. Padahal, selain Kovenan Hak-hak Sipil dan Politik, Deklarasi Hak Asasi Manusia Sedunia juga terdiri dari Kovenan Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Buku ini merupakan salah satu buku yang paling lengkap menguraikan Kovenan Internasional Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya, dengan contoh-contoh kasus dan petunjuk praktis. Akan terbit sebagai cetakan kedua dengan perbaikan bahasa hasil terjemahannya.

Ton Dietz, Pengakuan Hak atas Sumberdaya Alam: Kontur Geografi Politik Lingkungan;
Sengketa hak atas penguasaan, pengelolaan, dan pemanfataan sumberdaya alam merupakan salah satu sengketa tertua dalam sejarah peradaban manusia. Buku ini, yang berasal dari pidato pengukuhan penulisnya sebagai guru besar di Universitas Amsterdam, menguraikan dengan rinci akar-akar sengketa tersebut dan mengusulkan beberapa pemikiran baru dan segar, antara lain, perlunya kejelasan ideologis bagi para aktivis lingkungan dan hak asasi manusia, serta kajian akademis baru mengenai geografi politik lingkungan. Dilengkapi dengan kasus Indonesia (Kepulauan Maluku) oleh Roem Topatimasang, dengan kata pengantar dari Mansour Fakih.

Reuben Granich dan Jonathan Mermin, Ancaman HIV dan Kesehatan Masyarakat;
Setelah Bila Perempuan Tidak Ada Dokter, ini adalah buku kedua kerjasama kami dengan Hesperian Foundation. Masalah HIV/AIDS di Indonesia masih sering difahami secara kurang tepat, sehingga buku ini akan sangat membantu memahami permasalahannya dengan informasi yang lebih menyeluruh. Yang lebih penting, buku ini ditulis tidak semata-mata dari aspek teknis kesehatan, tetapi lebih pada pendekatan masalah kesehatan masyarakat sebagai hak dasar warga negara dan kewajiban pemerintah untuk melakukan tindakan-tindakan melindunginya.

Selain buku-buku tersebut, beberapa naskah asli dan terjemahan masih sedang diolah untuk diterbitkan sebagai buku baru (cetakan pertama), antara lain dari Mochtar Buchori; Robert Chambers; Antonio Negri; Susan George; Christopher Gunn & Hazel Dayton Gunn; dan lainnya. Dan, menyusul buku Melawan Ketergantungan pada Minyak Bumi, beberapa naskah asli dari peserta INSIST Fellowship 2004 pun sudah dalam tahap pengolahan akhir pra-cetak untuk segera terbit.

ke halaman pertama | kembali ke atas

JURNAL WACANA

Valid HTML 4.01! Valid CSS!