weblogo



insistgang

Beberapa orang aktivis, relawan dan staf INSIST, Oktober 1998, di depan bekas garasi rumah yang menjadi kantor dan toko buku pertama INSISTPress. Toko buku tersebut masih berfungsi sampai sekarang, sementara kantornya telah berpindah dua kali ke bagian utara kota Jogyakarta. Berdiri kedua dari kiri adalah Mansour Fakih (almarhum), salah seorang pendiri INSIST dan INSISTPress.

SEJARAH: dari ruang sempit bekas garasi

INSISTPress mengawali kerja penerbitannya pada tahun 1998, dengan terbitnya buku Masyarakat Sipil dan Transformasi Sosial; Gender dan Transformasi Sosial; dan Sekolah Itu Candu. Tiga buku ini kemudian menjadi best seller dan acuan bagi peminat gerakan dan tansformasi sosial hingga hari ini, selain banyak sekali buku panduan pelatihan dan aksi yang menjadi pegangan utama banyak aktivis gerakan sosial di Indonesia.

Sejak saat itu, INSISTPress menerbitkan puluhan karya alternatif lainnya, termasuk karya-karya sastra (kumpulan puisi, cerita pendek, dan novel) berdasarkan hasil penelitian terlibat dari berbagai masalah sosial di Indonesia, karya para penulis muda dari Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY). Awalnya memang ada tiga organisasi anggota INSIST yang melakukan kegiatan penerbitan, yakni: INSISTPress sendiri; READ (Research, Education and Dialogue); dan AKY. Tetapi, setelah perubahan organisasi INSIST secara menyeluruh pada tahun 2004, menjadi satu konfederasi, maka dilakukan penataan-ulang dan ditetapkan bersama INSISTPress sebagai lembaga penerbit satu-satunya di lingkungan INSIST.

Banyak orang selama ini mengenal INSIST justru dari buku-buku dan jurnal terbitan INSISTPress. Tapi, tidak banyak yang tahu bahwa lembaga penerbitan ini sebenarnya dimulai dengan modal gagasan dan semangat saja. Bahkan, kantor dan toko buku pertamanya adalah satu ruangan sempit bekas garasi di gedung kantor INSIST di Blimbingsari, Jogyakarta. Sekarang, INSISTPress berkantor di utara kota dan mulai bersiap-siap membangun kantor baru milik sendiri di salah satu lahan milik INSIST yang diserahkan kepada PT. INSISTPress sebagai modal penyertaan.





BUKU-BUKU LAINNYA YANG BARU TERBIT

Bacaan Sastra

Afrizal Malna,
Lubang dari Separuh Langit (novel)

Afrizal Malna, lelaki yang mengembarai semesta kehidupan lewat kata-kata. Orang mengenal lelaki ini sebagai penyair yang sangat kuat. Tapi ternyata dia menyimpan sisi-sisi yang tidak banyak diketahui orang. Kegiatan kesehariannya yang bergelut langsung dengan kaum miskin kota, merupakan sisi lain yang memperkaya hidupnya. Dari situ ekplorasinya masuk ke wilayah kreatif yang lain. Satu kisah ekperimentatif dan eksploratif yang mewakili sikapnya terhadap kaum miskin kota. Ini novel pertama Afrizal yang sangat layak untuk dimiliki, novel yang mempertaruhkan proses kreatifnya di wilayah baru.


lubang

ISBN 979-9834-13-9

Terbit: Februari 2005, cetakan pertama; Tebal: xii + 152 halaman;
Ukuran: 13 x 19 cm.


orangmalioboro

ISBN 979-9834-36-8

Terbit: Januari 2005, cetakan pertama; Tebal: xii + 203 halaman;
Ukuran: 13 x 19 cm.

Eko Susanto,
Orang-orang Malioboro (novel)

Jiwangga, sahabat terbaiknya terkapar di tanah oleh amuk massa tanpa ia bisa melakukan pembelaan apapun. Peristiwa yang sangat memukul itu membuatnya memeriksa ulang ingatan terhadap beragam kehidupan di sepanjang jalan yang terkenal itu. Eko Susanto, mantan pedagang Malioboro, memaparkan kisah pertarungan hidup matinya di jalan yang sangat melegenda itu dengan penuh ketegaran. Malioboro tidak hanya menyimpan keeksotisan, tapi juga menyimpan sisi kelam, sisi yang tidak terbayangkan sama sekali.


Azhari, Hasta Indriana, et.al.,
Machine, Sex, and Love
(kumpulan cerita pendek)

Pengantar: Budi Darma

Kumpulan cerpen ini ditulis oleh anggota Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) dari generasi kedua. Beragam tema dimunculkan, beragam teknik digunakan. Satu hal yang menjadi kesamaan di antara penulis-penulis muda ini, cerita-cerita dalam buku ini merupakan cerita yang tidak selesai. Namun itu bukan kelemahan, justru itu merupakan kekuatan cerita dalam buku ini.


sexmachine

ISBN 979-98626-2-0

Terbit: Januari 2005, cetakan pertama; Tebal: xx + 172 halaman;
Ukuran: 13 x 19 cm.


diansastro

ISBN 979-3457-44-9

Terbit: Februari 2005, cetakan pertama; Tebal: xxix + 290 halaman;
Ukuran
: 15 x 21 cm.

50 penyair dari berbagai daerah di Indonesia, Dian Sastro for President #3 (kumpulan puisi)

Kumpulan puisi ini merupakan edisi penutup dari Trilogi Dian Sastro for Presiden. Pada episode penutup ini, disajikan 100 puisi terpilih dari 50 penulis muda. Dan satu tulisan untuk Dian Sastro: "Ini seperti pertemuan terakhir kita yang terakhir kali. Jadi jangan menangis, apalagi mengucapkan selamat tinggal. Simpanlah buku ini dan bacalah ketika senggang. Semoga kenangan akan selalu datang mempertemukan kita. Slalu".


akygang

Sebagian dari generasi kedua para penulis muda di Akademi Kebudayaan Jogyakarta. Beberapa dari buku sastra terbitan INSISTPress kali ini adalah karya mereka. Paling kiri, misalnya, adalah Azhari, penyair dan aktivis kebudayaan dari Komunitas Tikar Pandan di Aceh yang kini 'mengungsi' sebagai relawan di INSISTPress, akibat bencana gempa-bumi dan tsunami yang menewaskan ibu dan adik perempuannya. Paling kanan adalah Ratih Kumala, pemenang kedua sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2004.


bonsuwung

ISBN 979-3457-46-5

Terbit: Februari 2005, cetakan pertama; Tebal: 152 halaman; Ukuran: 13 x 20,5 cm.

Gunawan'Chindil' Maryanto, Bon Suwung (kumpulan cerita pendek)

Ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto: cerpen identik dengan puisi, cerpen adalah puisi, dan cerpen adalah dunia yang asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan pada dua unsur utama cerpen-cerpen tradisional, yaitu penokohan dan alur. Cerpen adalah ilusi, dan karena itu, sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi, dan penelitian. Bahkan cerpen-cerpen Gunawan Maryanto yang tidak secara langsung merupakan ilusi pun tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas sebenarnya, sementara ilusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, dan karena itu jangan heran, manakala cerpen-cerpen Gunawan Maryanto "...menawarkan dunia yang asing" (Budi Darma).

kembali ke halaman pertama

kembali ke atas

SEGERA TERBIT!!

Valid HTML 4.01! Valid CSS!