|
Afrizal
Malna, Afrizal Malna, lelaki yang mengembarai semesta kehidupan lewat kata-kata. Orang mengenal lelaki ini sebagai penyair yang sangat kuat. Tapi ternyata dia menyimpan sisi-sisi yang tidak banyak diketahui orang. Kegiatan kesehariannya yang bergelut langsung dengan kaum miskin kota, merupakan sisi lain yang memperkaya hidupnya. Dari situ ekplorasinya masuk ke wilayah kreatif yang lain. Satu kisah ekperimentatif dan eksploratif yang mewakili sikapnya terhadap kaum miskin kota. Ini novel pertama Afrizal yang sangat layak untuk dimiliki, novel yang mempertaruhkan proses kreatifnya di wilayah baru. |
![]() ISBN 979-9834-13-9 Terbit:
Februari 2005, cetakan pertama; Tebal:
xii + 152 halaman; |
![]() ISBN 979-9834-36-8 Terbit: Januari 2005, cetakan
pertama; Tebal:
xii + 203 halaman; |
Eko Susanto, Jiwangga, sahabat terbaiknya terkapar di tanah oleh amuk massa tanpa ia bisa melakukan pembelaan apapun. Peristiwa yang sangat memukul itu membuatnya memeriksa ulang ingatan terhadap beragam kehidupan di sepanjang jalan yang terkenal itu. Eko Susanto, mantan pedagang Malioboro, memaparkan kisah pertarungan hidup matinya di jalan yang sangat melegenda itu dengan penuh ketegaran. Malioboro tidak hanya menyimpan keeksotisan, tapi juga menyimpan sisi kelam, sisi yang tidak terbayangkan sama sekali. |
|
|
|||
|
Azhari,
Hasta Indriana, et.al., Pengantar: Budi Darma Kumpulan cerpen ini ditulis oleh anggota Akademi Kebudayaan Yogyakarta (AKY) dari generasi kedua. Beragam tema dimunculkan, beragam teknik digunakan. Satu hal yang menjadi kesamaan di antara penulis-penulis muda ini, cerita-cerita dalam buku ini merupakan cerita yang tidak selesai. Namun itu bukan kelemahan, justru itu merupakan kekuatan cerita dalam buku ini. |
![]() ISBN
979-98626-2-0 |
![]() ISBN 979-3457-44-9 |
50 penyair dari berbagai daerah di Indonesia, Dian Sastro for President #3 (kumpulan puisi) Kumpulan puisi ini merupakan edisi penutup dari Trilogi Dian Sastro for Presiden. Pada episode penutup ini, disajikan 100 puisi terpilih dari 50 penulis muda. Dan satu tulisan untuk Dian Sastro: "Ini seperti pertemuan terakhir kita yang terakhir kali. Jadi jangan menangis, apalagi mengucapkan selamat tinggal. Simpanlah buku ini dan bacalah ketika senggang. Semoga kenangan akan selalu datang mempertemukan kita. Slalu". |
|
|
|||
![]() Sebagian dari generasi kedua para penulis muda
di Akademi Kebudayaan
Jogyakarta. Beberapa dari buku sastra terbitan INSISTPress kali ini
adalah karya mereka. Paling kiri, misalnya, adalah Azhari, penyair dan
aktivis
kebudayaan dari Komunitas Tikar Pandan di Aceh yang kini 'mengungsi'
sebagai relawan di INSISTPress, akibat bencana gempa-bumi dan tsunami
yang menewaskan
ibu dan adik perempuannya. Paling kanan adalah Ratih Kumala, pemenang
kedua sayembara novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) tahun 2004. |
![]() ISBN
979-3457-46-5 |
Gunawan'Chindil' Maryanto, Bon Suwung (kumpulan cerita pendek) Ada tiga ciri cerpen Gunawan Maryanto: cerpen identik dengan puisi, cerpen adalah puisi, dan cerpen adalah dunia yang asing. Karena cerpen identik dengan puisi, maka Gunawan Maryanto bertitik berat pada retorika, bukan pada dua unsur utama cerpen-cerpen tradisional, yaitu penokohan dan alur. Cerpen adalah ilusi, dan karena itu, sebagian cerpen Gunawan Maryanto berdasarkan teks yang sudah ada sebelumnya, seperti novel, puisi, dan penelitian. Bahkan cerpen-cerpen Gunawan Maryanto yang tidak secara langsung merupakan ilusi pun tidak lepas dari teks-teks yang sudah ada sebelumnya. Retorika cenderung untuk tidak menyentuh realitas sebenarnya, sementara ilusi adalah teks yang secara tidak langsung diangkat ke dalam teks lain, dan karena itu jangan heran, manakala cerpen-cerpen Gunawan Maryanto "...menawarkan dunia yang asing" (Budi Darma). |
|