|
Roem Topatimasang (ed), Orang-orang Kalah: Kisah Penyingkiran Masyarakat Adat Kepulauan Maluku Pengantar:
P.M.Laksono Gelombang kerusuhan sosial melanda Kepulauan Maluku, antara tahun 1999-2002, terutama di kota pulau Ambon. Kumpulan kasus yang termuat dalam buku ini menyediakan suatu uraian konteks sejarah politik, ekonomi, dan budaya lokal Maluku yang berguna untuk memahami berbagai kemungkinan akar-akar konflik yang selama ini nampak samar-samar, kabur atau ‘sengaja disamarkan dan dikaburkan’. Dengan membaca buku ini diharapkan kita bisa memahami lebih baik apa yang sesungguhnya terjadi dengan saudara-saudara kita di Maluku yang sebenarnya menggambarkan ‘wajah’ kita semua. |
![]() ISBN 979-3457-23-6 Terbit: Februari 2005, cetakan pertama; Tebal: vii + 243 halaman, termasuk pustaka, indeks, peta-peta, foto-foto; Ukuran: 19 x 22,5 cm. |
![]() ISBN 979-3457-709-0 Terbit:
Februari 2005, cetakan kedua; Tebal:
xx + 306 halaman, termasuk pustaka, indeks, peta-peta; |
Roem Topatimasang & P.M.Laksono (eds), Ken Sa Faak: Benih-benih Perdamaian dari Kepulauan Kei Buku
ini merekam pengalaman, analisis, dan
refleksi beberapa pengamat, relawan kemanusiaan, aktivis perdamaian,
dan orang
awam para korban konflik di Kepulauan Kei, Maluku Tenggara, yang
terlibat
langsung dalam proses-proses rekonsiliasi setelah kerusuhan 1999,
suatu rekonsiliasi yang berhasil atas usaha sendiri dan berdasarkan
pada sistem adat mereka
sendiri
tanpa campur-tangan pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga-lembaga
internasional. Para penulis:
Pieter Elmas, Efrem Silubun, Mery Ngamelubun, Dur Kaplale, Craig
Thorburn, Don Marut, Saleh Abdullah. |
|
|
|||
|
Tan Jo Hann & Roem Topatimasang, Mengorganisir Rakyat: Refleksi Pengalaman Pengorganisasian Rakyat di Asia Tenggara Proses pengorganisasian rakyat harus memperhitungkan semua hubungan ketidakadilan dan penindasan yang didalamnya rakyat dengan senyatanya memerankan diri dan mengalami berbagai keadaan apa-adanya, ibarat suatu gambar hidup yang tertayangkan di layar lebar. Buku ini ditulis di lembah Kathmandu, Nepal, pada paruh kedua 2001, oleh praktisi pengorganisir rakyat yang menerapkan proses “belajar sendiri dengan melakukannya langsung”. Berisi catatan-catatan pengalaman mereka sebagai pengorganisir di wilayah Asia Tenggara dan disertai berbagai contoh kasus. |
![]() ISBN 979-723-32-9 |
![]() ISBN
979-97233-4-5 |
Peter Rosset & Medea Benjamin, Kuba Melawan Revolusi Hijau Mengadopsi Revolusi Hijau berarti eksploitasi dan pemborosan devisa untuk mengimpor bahan hasil pabrikan. Biaya produksi meningkat tetapi tingkat produksi menurun. Keuntungan petani semakin kecil. Tanah menjadi rusak, serangga dan hama penyakit menjadi kebal terhadap pestisida. Air tanah tercemar berat, dan petani tidak lagi menguasai alat produksi, bahkan posisi petani semakin dirugikan dan terpuruk bahkan mengarah menjadi buruh di tanahnya sendiri. Buku ini mengisahkan bagaimana perubahan yang terjadi pada budidaya tanaman di Kuba sejak runtuhnya hubungan perdagangan Kuba dengan blok sosialis. Percobaan Kuba adalah upaya terbesar dalam peralihan dari budidaya tanaman model revolusi hijau ke pertanian semi-organik dalam sejarah umat manusia. |
|
|
|||
|
Kartika Rini,Tempun Petak Nana Sare: Komunitas Peladang di Pinggiran Pengantar: George J. Aditjondro Suku Dayak Kadori merupakan suku yang mendiami wilayah pedalaman Kalimantan. Seperti nasib masyarakat adat pada umumnya, mereka mengalami perubahan dan goncangan besar akibat datangnya budaya baru, modal baru, sistem baru, yang diperkenalkan perusahaan-perusahaan pembalakan kayu (HPH). Melakukan penelitian terlibat selama beberapa tahun, Kartika Rini menulis dan menghancurkan seluruh impiannya tentang peradaban modern. Dengan gaya tulisan yang melampaui seorang antropolog, Kartika Rini melukiskan betapa dunia modern telah menghancurkan hidup dan impian orang-orang Dayak. |
![]() ISBN
979-3457-38-4
Terbit: Februari 2005, cetakan pertama; Tebal: xvi + 234 halaman, termasuk indeks, pustaka; Ukuran: 15 x 21 cm. |
![]() ISBN 979-3457-40-6
Terbit:
Februari 2005, cetakan pertama; Tebal:
375 halaman, termasuk indeks, pustaka; |
Linda Tuhiwai Smith, Dekolonisasi Metodologi Pengantar: Don K.Marut Ketika kata ‘penelitian’ diucapkan dalam konteks tata kehidupan bangsa terjajah, kata itu cenderung mendatangkan kenangan buruk. Selama ini, penelitian akademis menyuburkan berbagai bentuk imperialisme ekonomi dan kultural dengan melegitimasi kebijakan-kebijakan yang memperkokoh relasi kekuasaan yang tidak adil. Dalam buku ini, Smith mengecam metodologi penelitian yang lazim dan dominan selama ini. Inilah cerita tandingan terhadap gagasan-gagasan pemikiran keilmuan Barat tentang cara-pandang dan ilmu pengetahuan. Buku ini mengajukan gagasan perlunya bangsa-bangsa pribumi bukan Barat sebagai peneliti dan tidak menjadi objek penelitian melulu seperti selama ini. |
|
|
|||
|
Roem Topatimasang et.al. (eds), Sehat itu Hak: Panduan Advokasi Kesehatan Masyarakat Pelayanan kesehatan dasar sebagai bagian dari hak azasi manusia dan hak dasar warga negara—sehingga merupakan kewajiban negara yang tak dapat ditawar-tawar lagi—sudah menjadi keputusan politik dan hukum internasional, juga amanah konstitusi nasional. Advokasi dibutuhkan untuk menjamin apakah pemerintah memang benar-benar telah melaksanakan kewajibannya tersebut? Jika selama ini belum, mengapa? Lalai? Korupsi? Salah-urus? Keliru cara-pandang? Sekadar kesalahan teknis, ataukah paradigmatis? Buku ini adalah panduan praktis untuk melakukan advokasi kebijakan pemerintah di sektor kesehatan masyarakat, ditulis berdasarkan dan dengan contoh-contoh pengalaman praktis selama beberapa tahun terakhir. |
![]() ISBN 979-3457-41-4
Terbit:
Februari 2005, cetakan pertama; Tebal:
xviii + 218 halaman, termasuk pustaka, indeks, dan foto-foto; |
![]() ISBN 979-97233-3-7
Terbit:
Februari 2005, cetakan kedua; Tebal:
xxvi + 232 halaman, termasuk pustaka, indeks, dan foto-foto; |
Isabelle Delforge, Dusta Industri Pangan: Penelusuran Jejak Monsanto Pengantar: Mansour Fakih |