|
Colin Hines,
Replacing Economic Globalization with Democratic Localization
Introduction:
Roem Topatimasang
Language:
Indonesia
Date
:
February 2005, first printing;
Pages
: xxv + 162, including reference and index;
Dimension
: 14 x 21 cm.
|
ISBN 979-3457-45-7
|
‘Globalisasi perusahaan’ melalui
peraturan-peraturan
perdagangan, penanaman modal, dan swastanisasi telah melemahkan
pengendalian demokrasi dan ekonomi oleh negara-bangsa dan masyarakat
setempat. Semua itu terjadi dengan mengorbankan kepentingan masyarakat,
lingkungan
hidup, persyaratan kerja kaum buruh, serta keadilan.
Buku kecil yang
ditulis
dengan bahasa yang mudah dipahami ini mengusulkan ‘lokalisasi’ sebagai
alternatif globalisasi ekonomi. Lokalisasi dapat membalikkan
kecenderungan
globalisasi perusahaan dengan cara lebih mengutamakan
kepentingan-kepentingan
lokal.
excerpt (PDF)
|
|
Hira
Jhamtani,
WTO and the Recolonization of the Third World
Language:
Indonesia
Date
:
March 2005, first printing;
Pages
:
vii + 167, including reference and index;
Dimension
: 15 x
21 cm.
|
ISBN 979-3457-43-0
|
Mengapa
WTO menuai begitu banyak unjuk-rasa protes?
Buku
ini menyampaikan informasi tentang WTO dari kaca mata orang awam.
Setiap warga
dunia berhak mengetahui kesepakatan di tingkat global yang dibuat atas
nama
mereka oleh para petinggi negara. Ternyata kesepakatan perdagangan
internasional bukanlah kompromi perdagangan, tetapi merupakan proses
politik.
Di WTO, yang dirundingkan adalah hak para perusahaan raksasa
multinasional
untuk mendapatkan akses pasar dan berbagai fasilitas lain. Maka
terjadilah
ironi itu: negara harus menjalankan kewajiban di bawah WTO, tetapi
perusahaan-perusahaan swasta multinasional yang justru menikmati
keuntungan.
excerpt (PDF)
|
|
August Burn et.al.,
Where Women No Doctors
Language:
Indonesia
Date
:
April 2005, second printing;
Pages
:
751, including drawings, annexes, reference;
Dimension
:
19 x 24 cm.
|
ISBN 979-3457-48-1
|
Di seluruh dunia,
jutaan perempuan berdiam di
kota-kota
dan desa-desa di mana tidak ada dokter atau jauh dari layanan
kesehatan. Banyak
yang menderita bahkan sampai meninggal, lantaran tak tercapainya
layanan
perawatan dan pengobatan, juga karena tidak tersedia informasi tentang
seluk-beluk kesehatan mereka. Untuk merekalah buku ini ditulis. Juga
siapa saja
yang berminat memperbaiki kondisi kesehatan perempuan di mana saja.
Bahasanya
mudah dicerna, lengkap dengan gambar dan informasi mengenai berbagai
masalah
kesehatan perempuan.
Inilah salah satu buku terlaris dalam sejarah INSISTPress. Dan, yang
menarik, pembeli dan pembaca utamanya ternyata adalah ibu-ibu
rumah-tangga di daerah pedesaan. Nah, siapa bilang perempuan desa kita
tak suka membaca?
excerpt (PDF)
|